Haji dan Umrah
Prosedur Pendaftaran Haji Reguler

Kali ini saya akan sharing sedikit tulisan tentang bagaimana prosedur pendaftaran haji reguler di Indonesia. Adapun prosedur ini berdasarkan pengalaman saat mendaftarkan istri saya kemarin.

Sebelum memulai, sekadar informasi, saat ini antrian haji, khsususnya haji reguler di Indonesia sudah benar-benar membludak. Hal ini terbukti dari waiting list yang dapat dilihat di halaman resmi kemenag, atau di link ini http://haji.kemenag.go.id/v2/basisdata/waiting-list. Di Palembang sendiri, tempat saya tinggal, daftar haji hari ini (17 November 2015), maka tahun keberangkatan kita adalah tahun 2032 (Insya Allah). Belum lagi di kota-kota lain yang saya lihat sudah sampai 2039 sampai 2049 (Subhanallah).

Melihat kenyataan di atas, timbul pertanyaan, bagaimana dengan mereka yang sudah berumur dan ingin mendaftar haji. Pertanyaannya sampai ga ya umurnya? Nahhh … masalah ini akan kita bahas pada tulisan selanjutnya nanti ya ….

Oh ya, apabila sudah terdaftar, untuk cek kapan perkiraan tahun keberangkatan kita dapat dilihat diĀ link ini.

Kali ini secara khusus, saya ingin menceritakan bagaimana prosedurnya mendaftar haji reguler. Berikut adalah tahapan-tahapannya :

1. Membuka tabungan Haji. Lebih baik ke Bank Syariah karena sekarang pengelolaan perbankan haji diserahkan ke Bank Syariah. Di sini, kita harus membuka rekening Haji. Adapun dana yang harus disiapkan adalah Rp 25.500.000. Sebenarnya Rp 25.000.000 saja, tapi nanti Rp 25.000.000 akan di transfer ke rekening kewajiban Depag (lihat tahapan ke – 7 ) sehingga paling tidak di rekening kita harus ada sisa.

2. Melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendapatkan surat keterangan sehat dari Puskesmas.

3. Setelah itu siapkan syarat-syarat : Fotocopy KTP, Fotocopy Kartu Keluarga, Fotocopy salah satu dokumen (Akte Lahir/Surat Nikah/Ijazah), Fotocopy Buku Tabungan Haji (yang sudah dibuka tadi) pada halaman Muka dan halaman pertama yang berisikan saldo Rp 25.500.000 (Bawa juga buku tabungan asli nya), Fotocopy surat keterangan sehat dari Puskesmas (tahapan nomor 2 tadi), dan Pas Foto Haji dengan ukuran 3×4 sebanyak 35 lembar dan ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar. Pas Foto Haji berbeda dengan pas foto pada umumnya, karena pada pas foto haji ukuran kepala 80%. Contoh :

AHMAD FARISI AYIK ALI
4. Bawa semua berkas pada tahapan nomor 3 di atas ke Kantor Kementrian Agama Kota/Kabupaten sesuai domisili KTP. Contohnya jika KTP nya Palembang, maka mendaftar di Kantor Kementrian Agama Palembang.

5. Mengisi formulir SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) di Kantor Kemenag sekaligus mengambil foto secara langsung dan sidik jari. Setelah itu, jika semua berkas nomor 3 lengkap, formulir SPPH akan ditandatangani oleh Kepala Seksi Haji nya dan diberi nomor SPPH yang didapatkan dari Sistem.

6. Formulir SPPH yang sudah ditandatangani beserta berkas-berkas pada nomor 3 tadi dibawa kembali ke Bank tempat membuka rekening haji tadi.

7. Di Bank, kita akan mengisi aplikasi transfer sebesar Rp 25.000.000 yang ditujukan ke rekening kewajiban Depag. Setelah melakukan transfer, maka kita akan mendapatkan berkas Bukti Setoran Awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji). Berikut adalah contoh berkas Bukti Setoran Awal BPIH.

url

8. Berkas Bukti Storan Awal BPIH yang diberikan Bank biasanya berwarna warni, yang putih diserahkan ke jamaah haji yang mendaftar, yang merah diambil oleh Bank, dan yang biru diserahkan kembali ke Kemenag. Nah, berkas yang biru ini harus kita kembalikan lagi ke Kemenag.

Mungkin itu dulu yang dapat saya share. Semoga bermanfaat. ^_^

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *